Cara kerja internet dimulai dari dari memasukkan nama domain
di browser, lalu browser mengirimkan permintaan ke server DNS (Domain Name
System) untuk mendapatkan alamat IP (Internet Protocol) yang sesuai.
Setelah mendapatkan alamat IP, browser meneruskan permintaan
ke pusat data, khususnya ke server masing-masing. Lalu setelah server mendapat
permintaan untuk mengakses situs web tertentu, data ditransfer dalam format
digital berupa gelombang cahaya melalui kabel serat optik yang terdapat di
bawah tanah.
Selama perjalanan, gelombang cahaya menempuh jarak ribuan
mil dan sering harus melalui medan yang sulit seperti daerah berbukit atau
bawah laut untuk dapat mencapai tujuannya. Ada beberapa perusahaan global yang
meletakkan dan memelihara jaringan kabel optik ini, contohnya google dan
verizon.
Peletakkan kabel serat optik di laut dilakukan dengan
bantuan kapal. Alat bajak dijatuhkan dan menciptakan semacam parit di dasar
laut untuk memasang kabel serat optik. Faktanya, jaringan kabel serat optik
yang rumit ini adalah tulang punggung internet.
Kabel serat optik membawa gelombang cahaya dan terhubung ke
router. Router merubah sinyal/gelombang cahaya ini menjadi sinyal listrik.
Kabel ethernet kemudian digunakan untuk mengirimkan sinyal listrik ke laptop.
Namun jika internet diakses menggunakan data seluler, dari
kabel optik, sinyal harus dikirim ke menara seluler, dan dari sana, sinyal baru
dapat mencapai ponsel dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
Komentar
Posting Komentar